Penelitian kali ini berwarna agak beda dari sebelum-sebelumnya…baru kali ini 1 team hanya berisi 3 orang dan 1 orang asli kampung yg di perbantukan. Biasanya 1 team penelitian bisa 8-10 orang terdiri dari dosen dan asistantnya. tapi kali ini yang di turunkan hanya kiky (Ass. Peneliti Burung), Firman (Ass. peneliti Serangga dan Pencari Jejak), Ms Sugi (Peneliti Serangga). walaupun hari pertama ada juga Pa Rahmad (Peneliti Mamalia), tetapi beliau hanya 1 hari saja di lapangan..usai memasang Camera trap beliau kembali ke Samarinda. Kebetulan lokasi kami hanya 2,5 jam perjalanan dari Samarinda…tepatnya di Ex. HPH milik PT. Kutai Timber Indonesia di Sebulu dengan luas 2.960,60 Ha, yang sekarang menjadiHutan Penelitian Sebulu di bawah pengelolaan Balai Besar Dipterocarpaceae. Januari’10 lalu, kami melakukan penelitian pertama dengan team lengkap dan kondisi hutan saat belum ada yg merusaknya. Namun, sekarang pada saat kami datang kembali…ck..ckk..ckk… baru memasuki kawasan, sudah terlihat sebagian areal hutan telah terbakar tanda persiapan untuk di jadikan lahan kebun oleh masyarakat. Kemudian memasuki Km. 4,5 terlihat kayu-kayu balok yang terlihat baru. Dan benar saja, masuk ke dalam hutan tanaman meranti terlihat rebahan-rebahan pohon yang dengan seenaknya di tebang. Entah karena terlalu berani atau pengawasan terhadap hutan ini kurang sejak perusahaan ini telah habis masanya. Kayu-kayu bekas gergaji tersebar dimana-mana…AArggghh, membuat kami semua memandang lemas dan hal ini ikut andil menurunkan semangat kami meneliti. Tetapi karna tanggung jawab yang kami emban, kami tetap harus melaksanakan penelitian. baru kami selesai memasang sebagian Camera trap dan sebagian jala dan sebagian perangkap serangga….pada saat itu kami sedang istirahat tidak jauh dari lokasi pemasangan jala…Pertama kami lihat dua motor melalui kami dan memandang kami tanpa sensyum. Selanjutnya….ngeennnnggg….nggggennnnggg….nggeennggg….suara senso memecah kesunyian siang itu….Aahhhh makin lemas lah kam, dan aku cuma bisa mengumpat….”gak dapat burung nich…gini caranyaaa huuuuuuuuuuhhh”!!! secara, tu orang2 illegal logger nya nyenso pohon tidak jauh dari misnet di pasang….sedihh…sedihh…sedihh akuuu, bisa kacau data penelitian gini caranya!!. Lalu, dengan memberanikan diri Ms Sugi mendatangi orang2 yang sedang melakukan aktifitas illegalnya…dan reaksi mereka biasa saja..padahal jelas mereka jelas melihat mobil ranger yang kami pakai ber plat Merah (gak mempan rupanya). Akhirnya dengan pasrah kami melanjutkan pemasangan perangkap lainnya. Keesokan harinya, baru kami bisa menghubungi orang yang masih punya hubungan dengan perusahaan bekas HPH, melalui pa iyan orang yang juga pernah bekerja untuk perusahaan ini…selain itu juga k’ Firman bantu menghubingi pihak terkait, agar segera ditindaklanjuti dan semoga saja bisa cepat di selesaikan masalah ini, sehingga kerusakan tak menjadi semakin parah saja…
Rhes-Q
Sebulu, 25 Juni 2010