Ketika berada dihutan Kiky tak pernah takut dengan hal-hal yang berbau mistis. Namun, begitu setiap kali ia harus pergi sendiri dan melakukan pengamatan di dalam hutan kadang rasa takut tiba-tiba datang menyerang hingga kaki tak bisa diajak kompromi dan harus berlari keluar menuju hutan.
Suatu kali, ketika berjalan menapaki jalan setapak di sebuah kawasan hutan disebelah kanan dan kiri terdapat semak dan pepohonan yang cukup rapat dan tinggi…semakin berjalan memasuk ke dalam hutan dengan langkah perlahan, maka semakin sensitif alat pendengaran. Suara serangga dan bau lembab dedaunan hutan menambah kesempurnaan suasana mencekam ini, tetapi dengan kebulatan tekad untuk bisa mengamati jenis-jenis burung yang baru dan berbeda dari jenis yang ada di daerah terbuka, maka dikumpulkanlah serpihan-serpihan dari keberanian yang masih tersisa dari keberanian yang telah habis terpakai.
Jika kau pernah melihat semak melebihi tinggi tubuhmu, dan melihat pohon yang memiliki diameter 20 kali bahkan lebih dari besar tubuhmu dengan tinggi 20-40 meter waoowww…..apa yg kau fikirkan? Adakalanya berfikir ada apa dibalik sana? Apakah ada Macan yang bersembunyi dan bersiap menerkam, mencakar dan mencabik-cabik tubuhmu, atau mungkin ular berbisa yang sedang bersembunyi di balik semak, di celah akar pohon atau di bawah serasah yang sewaktu-waktu siap mematukmu atau mungkin ada primata raksasa seperti Orangutan yang bisa saja birahi ketika ia melihatmu atau beruang yang bisa dengan ganassnya menggigiti dan melukai tubuhmu…entahhlah….begitu menyeramkan fikiran yang kadang menciutkan nyali ini. Walapun kadang dalam kenyataannya semua itu tak terjadi, karena satwa liar juga memiliki kesensitifan, sehingga ketika ia mencium bau manusia atau mendengar kedatangan manusia maka satwa tersebut akan lebih baik menghindari manusia.
Rhes-Q
27 Juni 2010

