Tenang …Damai…
Saat ku melihat Indahnya pantai Tanjung Pangempang yang berada di Muara Badak sekitar ± 40 km jaraknya dari
Aku pergi bersama 15 orang teman-temanku, teman kampus, Volunteer Lingkungan Hidup, Motivator PLH Team, Dosen Fahutan, MAPFLOFA dan Anggota Pro Fauna termasuk di dalamnya dosenku yang juga anggota Pro Fauna.
Tujuan Kami datang ke Tanjung pangempang adalah
dalam rangka ˜Berburu Bekantan” (bukan berarti di bunuh Lho…; maksudnya, kami Cuma pengen lihat bekantan yang masih berada di alam bebas dan kalau bisa ingin di dokumentasikan). Kegiatan kali ini merupakan salah satu garapan anggota Pro Fauna yang ada di Kal-Tim dan diikuti oleh beberapa partisipan.
Tok…kotok…kotok…kotok…kotok…
begitulah kira-kira bunyi kapal klotok yang kunaiki. Kami menggunakan 2 kapal untuk menuju Tanjung Pangempang. Pinggiran pantai terdapat hamparan hutan mangrove yang masih terhitung bagus dan di dalamnya terdapat terdapat populasi primata khususnya Macaca nemestrina dan Nasalis larvatus atau lebih dikenal dengan nama Bekantan/monyet Belanda, ini dikarenakan bekantan/monyet Belanda tersebut memiliki hidung yang besar dan mancung seperti orang Belanda.
Pertama kali yang aku dan teman-temanku lakukan adalah menyusuri pinggiran hutan mangrove dengan harapan dapat melihat primata yang sedang bermain di pepohonan dan dapat mendokumentasikannya (namanya juga berburu bekantan) dan akhirnya doa kami terkabul,duh senengnya.aku dan teman-teman dapat melihat bekantan dan macaca.
Tapi agak susah juga mengambil gambarnya. Karena Bekantan dan macaca cepat sekali gerakannya. Tidak hanya jenis primata yang dapat aku dan teman-temanku lihat, karena kami juga melihat ular yang melintas di depanku dan burung yang berwarna biru sedang nagkring di atas akar tunjang bakau, serta ada juga burung Elang yang berputar-putar di atas Tanjung Pangempang (sepertinya dia lagi cari mangsa)
Setelah kami selesai berburu Bekantan, lalu kami melanjutkan perjalanan mengelilingi Tanjung Pangempang dan sekalian membuka kamera trap yang telah terpasang beberapa hari sebelumnya.
Selesai membuka kamera-kamera yang terpasang, kami menuju pantai untuk bermain-main dengan air asin dan gelombang laut yang tak pernah lelah mendeburkan ombaknya.
Saat itu, aku tak ingin berbasah-basah ria. Karena, pada saat itu aku memakai baju yang berwarna putih. Takut transparan bo’, tapi teman-teman ku tak perduli,semua harus basah. Sementara teman-temanku bermain, aku dan K’Rustam sedang asik bercerita dan K’Ade asik dengan kameranya mengabadikan aktifitas yang sedang kami lakukan. Dan tiba-tiba.
Tapi apa mau dikata sudah terlanjur basah, dan sebelum kembali pulang ke Samarinda kami berfoto-foto dulu he..he…namanya juga anak-anak narsis….***
Rhes_Q Udayanti
Doc. 2006
adik mandra? oooooooooooooooo...