Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Delicious button
Flickr button

Dibalik Semak dan Pohon Besar

2010
06.27

Ketika berada dihutan Kiky tak pernah takut dengan hal-hal yang berbau mistis. Namun, begitu setiap kali ia harus pergi sendiri dan melakukan pengamatan di dalam hutan kadang rasa takut tiba-tiba datang menyerang hingga kaki tak bisa diajak kompromi dan harus berlari keluar menuju hutan.

Suatu kali, ketika berjalan menapaki jalan setapak di sebuah kawasan hutan  disebelah kanan dan kiri terdapat semak dan pepohonan yang cukup rapat dan tinggi…semakin berjalan memasuk ke dalam hutan dengan langkah perlahan, maka semakin sensitif alat pendengaran. Suara serangga dan bau lembab dedaunan hutan menambah kesempurnaan suasana mencekam ini, tetapi dengan kebulatan tekad untuk bisa mengamati jenis-jenis burung yang baru dan berbeda dari jenis yang ada di daerah terbuka,  maka dikumpulkanlah serpihan-serpihan dari keberanian yang masih tersisa dari keberanian yang telah habis terpakai.

Jika kau pernah melihat semak melebihi tinggi tubuhmu, dan melihat pohon yang memiliki diameter 20 kali bahkan lebih dari besar tubuhmu dengan tinggi 20-40 meter waoowww…..apa yg  kau fikirkan? Adakalanya berfikir ada apa dibalik  sana? Apakah ada Macan yang bersembunyi dan bersiap menerkam, mencakar dan mencabik-cabik tubuhmu, atau mungkin ular berbisa yang sedang bersembunyi di balik semak, di celah akar pohon atau di bawah serasah yang sewaktu-waktu siap mematukmu atau mungkin ada primata raksasa seperti Orangutan yang bisa saja birahi ketika ia melihatmu atau beruang yang bisa dengan ganassnya menggigiti dan melukai tubuhmu…entahhlah….begitu menyeramkan fikiran yang kadang menciutkan nyali ini. Walapun kadang dalam kenyataannya semua itu tak terjadi, karena satwa liar juga memiliki kesensitifan, sehingga ketika ia mencium bau manusia atau mendengar kedatangan manusia maka satwa tersebut akan lebih baik menghindari manusia.

Rhes-Q

27 Juni 2010

Peneliti Putus Asa

2010
06.26

Penelitian kali ini berwarna agak beda dari sebelum-sebelumnya…baru kali ini 1 team hanya berisi 3 orang dan 1 orang asli kampung yg di perbantukan. Biasanya 1 team penelitian bisa 8-10 orang terdiri dari dosen dan asistantnya. tapi kali ini yang di turunkan hanya kiky (Ass. Peneliti Burung), Firman (Ass. peneliti Serangga dan Pencari Jejak), Ms Sugi (Peneliti Serangga). walaupun hari pertama ada juga Pa Rahmad (Peneliti Mamalia), tetapi beliau hanya 1 hari saja di lapangan..usai memasang Camera trap beliau kembali ke Samarinda. Kebetulan lokasi kami hanya 2,5 jam perjalanan dari Samarinda…tepatnya di Ex. HPH milik PT. Kutai Timber Indonesia di Sebulu  dengan luas 2.960,60 Ha, yang sekarang menjadiHutan Penelitian Sebulu di bawah pengelolaan Balai Besar Dipterocarpaceae. Januari’10 lalu, kami melakukan penelitian pertama dengan team lengkap dan kondisi hutan saat belum ada yg merusaknya. Namun, sekarang pada saat kami datang kembali…ck..ckk..ckk… baru memasuki kawasan, sudah terlihat sebagian areal hutan telah terbakar tanda persiapan untuk di jadikan lahan kebun oleh masyarakat. Kemudian memasuki Km. 4,5 terlihat kayu-kayu balok yang terlihat baru. Dan benar saja, masuk ke dalam hutan tanaman meranti terlihat rebahan-rebahan pohon yang dengan seenaknya di tebang. Entah karena terlalu berani atau pengawasan terhadap hutan ini kurang sejak perusahaan ini telah habis masanya. Kayu-kayu bekas gergaji tersebar dimana-mana…AArggghh, membuat kami semua memandang lemas dan hal ini ikut andil  menurunkan semangat kami meneliti. Tetapi karna tanggung jawab yang kami emban, kami tetap harus melaksanakan penelitian. baru kami selesai memasang sebagian Camera trap dan sebagian jala dan sebagian perangkap serangga….pada saat itu kami sedang istirahat tidak jauh dari lokasi pemasangan jala…Pertama kami lihat dua motor melalui kami dan memandang kami tanpa sensyum. Selanjutnya….ngeennnnggg….nggggennnnggg….nggeennggg….suara senso memecah kesunyian siang itu….Aahhhh makin lemas lah kam, dan aku cuma bisa mengumpat….”gak dapat burung nich…gini caranyaaa huuuuuuuuuuhhh”!!! secara, tu orang2 illegal logger nya nyenso pohon tidak jauh dari misnet di pasang….sedihh…sedihh…sedihh akuuu, bisa kacau data penelitian gini caranya!!. Lalu, dengan memberanikan diri Ms Sugi mendatangi orang2 yang sedang melakukan aktifitas illegalnya…dan reaksi mereka biasa saja..padahal jelas mereka jelas melihat mobil ranger yang kami pakai ber plat Merah (gak mempan rupanya). Akhirnya dengan pasrah kami melanjutkan pemasangan perangkap lainnya. Keesokan harinya, baru kami bisa menghubungi orang yang masih punya hubungan dengan perusahaan bekas HPH, melalui pa iyan orang yang juga pernah bekerja untuk perusahaan ini…selain itu juga k’ Firman bantu menghubingi pihak terkait, agar segera ditindaklanjuti dan semoga saja bisa cepat di selesaikan masalah ini, sehingga kerusakan tak menjadi semakin parah saja…

Rhes-Q

Sebulu, 25 Juni 2010

Emang Gue Pikirin

2008
06.13

Waktu itu hari jum’at…kebetulan Q laper banget. N hari itu lagi ada tugas beli obat-obatan untuk kegiatan Lomba Lintas Alam gawean PPHT Unmul n Fahutan Unmul. Setelah melaju di atas motor beberapa menit bersama sobat Q yang namax Ayu atau lebih akrab di panggil D.A. Read the rest of this entry »

Dunia Tanpa Kata

2008
01.23

Sunyi…sepi…hanya diam

Tak ada kata dapat diucap

Di dunia tanpa kata…

Hanya rasa dan hati coba sampaikan berita

Tanpa kata…namun penuh makna

Tak terucap…hanya saling menatap

Read the rest of this entry »

Ku Lihat Dia…

2008
01.23

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2007, disaat motorku mogok di pertigaan dekat dengan Kantor Pos karna kehabisan bensin…sambil menanti jagoan-jagoanku datang membantu…

kulihat mobil dan motor berlalu lalang di depanku dan ada juga beberapa mobil beriringan disertai bunyi sirine mobil Polisi yang mengawalnya (tampaknya para pejabat yang sedang lewat…Istimewa sekali mereka!!)

Read the rest of this entry »