
Hijau Tak Selalu 'Hijau'
Green Not Always ‘Green’ ! atau bahasa pribumi nya Hijau Tak Selalu ‘Hijau’. Ini menggambarkan kondisi kota Balikpapan yang mulai menghijau.
Balikpapan adalah kota di Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan pintu gerbangnya Kaltim. Sejak beberapa tahun lalu selalu rutin mendapatkan penghargaan ADIPURA, yang nota bene penghargaan ini diberikan kepada kota yang selalu menjaga kebersihannya dan didukung oleh semua warganya.
BERIMAN adalah sebutan untuk kota Balikpapan yang artinya Bersih Indah Aman dan Nyaman. Pada tahun 2004 sebutan ini didukung dengan adanya Perda 10 tahun 2004 tentang Pengelolaan Persampahan atau sering disebut Perda Kebersihan. Untuk Sejarah Kota Balikpapan bisa klik disini.
Dalam 3-4 tahun belakangan ini di Kota Balikpapan, terdapat program yang bertajuk Green, Clean And Healthy yang belakangan program tersebut berubah menjadi Green And Clean di tahun 2010. Memang semakin membanggakan bisa menjadi bagian warga Balikpapan, apalagi jika turut membantu menerapkan program kebersihan tersebut.
Namun, ada hal yang sedikit mengganggu adalah jika coba melihat kembali. Jika pada setiap RT yang ada di balikpapan terlebih bagi mereka yang bisa dikategorikan masuk dalam nominasi Program tersebut. Pastinya akan berlomba-lomba mempercantik RT nya masing-masing. Program yang bertajuk Green and Clean pun diartikan sebenar-benarnya warna hijau, dan kejadian selanjutnya adalah dimana di setiap lorong2 jalan akan dijumpai pagar rumah yang di seragamkan, kemudian ada pula pagar rumah menjadi berwarna hijau, pot bunga berwarna hijau. Dan sebagian besar RT pun akhirnya berwarna sama, yakni ‘HIJAU’. Green dalam program kebersihan di Balikpapan bukan berarti semuanya harus berwarna hijau dan setiba-tibanya rumah di kampung menjadi sebuah perumahan berwarna hijau. Dalam benak berfikir ” Program Green and Clean” ini tidak sedang ingin membuat rumah-rumah kampung menjadi perumahan hijau kan????….
Bisa jadi tidak semua RT seperti itu, tapi cobalah tengok kembali… agar Green atau Hijau, dalam program yang terus dicanangkan oleh pemerintah Kota Balikpapan ini tidak menjadi salah kaprah oleh masyarakat dalam mengartikan hijau tersebut.
Dan bisa menjadi sebuah catatan penting lainnya dari seorang kawan adalah pembuatan barang-barang guna ulang menjadi berbagai pernak-pernik, yang konon untuk dijadikan salah satu cara untuk pemanfaatan sampah. Tapi, jika dilihat pada pagelaran yang menampilkan baik pakaian, pernak-pernik atau peralatan lain yang dibuat menjadi bahan guna ulang, dsini ada sedikit pertanyaan. Jika program pemanfaatan guna ulang sampah ini terus digulirkan bahkan jika nantinya sampai di tingkat yang lebih luas (nasional).
Apakah Ini akan membuat Produsen pembuat produk-produk yang bahan baku pembungkusnya digunakan sebagai produk guna ulang Tidak Akan LAGI berfikir untuk mengurangi produksi mereka/bahkan tak akan ada upaya untuk merubah menjadi bahan2 yang lebih ramah lingkungan lagi?????….dengan adanya program guna ulang tadi!
Tetapi jika dengan adanya program guna ulang tersebut benar-benar untuk mengurangi dan memanfaatkan sampah, maka hal tersebut akan sangat baik sekali. Apalagi jika dibarengi dengan mendorong para produsen penghasil “sampah” untuk mengurangi produksi ataupun membuat produk-produk mereka menjadi lebih ramah dengan lingkungan.
“Semoga beberapa hal ini bisa menjadi koreksi buat perbaikan program Green and Clean di Balikpapan ataupun di tempat lain yang sedang melaksanakannya”
Reski Udayanti
6 Januari 2011